Apa itu Zakat Penghasilan? Pelajari Persyaratan

By | February 5, 2022

Zakat mal, yang harus dikeluarkan atas harta yang diperoleh dari penghasilan atau penghasilan tetap dari pekerjaan yang tidak bertentangan dengan hukum syariah, termasuk zakat penghasilan. Zakat profesi dan zakat penghasilan adalah nama lain dari zakat penghasilan.

Menurut fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), “Penghasilan yang dimaksud dalam zakat penghasilan adalah setiap penghasilan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh dengan cara yang halal, baik secara rutin seperti pejabat negara. , pegawai, dan pegawai; maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya; serta penghasilan yang diperoleh dari pekerjaan mandiri lainnya.”

Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), zakat adalah bagian tertentu dari harta kekayaan yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim jika telah memenuhi kriteria yang dipersyaratkan. sebagai salah satu ajaran Islam. Zakat dibayarkan untuk dibagikan kepada mereka yang berhak (asnaf). Kata “zakat”, yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang, berasal dari kata “zaka”. Menurut Fiqh Sunnah, Sayyid Sabiq:5, alasan dinamakan “zakat” adalah karena mengandung harapan untuk menerima manfaat, mensucikan jiwa, dan mengolahnya dengan berbagai kebajikan.

Pengertian “tumbuh” dalam konteks zakat, khususnya zakat pendapatan, menunjukkan bahwa pelaksanaan zakat memiliki banyak manfaat karena mendorong pertumbuhan dan perkembangan aset. Sedangkan pengertian “suci” menunjukkan bahwa tujuan zakat, seperti halnya tujuan zakat pendapatan, adalah untuk menyucikan jiwa dari keburukan, ketidakbenaran, dan dosa. Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dan dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, Al-Qur’an berfirman (QS. At-Taubah [9]: 103).

Zakat maal, atau zakat harta, mengandung zakat pendapatan ini. Memperkenalkan situs resmi Bursa Efek Indonesia, zakat dibagi menjadi dua kategori: zakat fitrah dan zakat maal (zakat harta). Sebelum Idul Fitri, selama bulan Ramadhan, zakat dibagikan. Jumlah zakat fitrah yang disyaratkan adalah 2,5 kg beras, yang setara dengan 3,5 liter, atau setara dengan uang tunai atau barang kebutuhan pokok yang biasa dikonsumsi.

Sementara itu, zakat maal diberikan apabila syarat-syarat zakat telah terpenuhi. Selain zakat pendapatan (juga dikenal sebagai zakat profesi), zakat pertanian, zakat komersial (juga dikenal sebagai jual beli), zakat hewan, dan zakat emas dan perak juga termasuk dalam zakat maal.

Nishab dan Tingkat Zakat Penghasilan: Zakat Penghasilan

Ada harta yang dikeluarkan untuk zakat penghasilan ketika memiliki penghasilan atau penghasilan. Jadi, apakah semua Muslim diwajibkan untuk menyumbang zakat? Tidak, adalah respon. Orang yang penghasilannya telah mencapai nishab zakat penghasilan 85 gram emas per tahun wajib mengeluarkan zakat penghasilan. Penjelasan SK BAZNAS 2021 bahwa nishab zakat pendapatan/penghasilan tahun 2021 adalah 85 gram emas atau setara dengan Rp. 79.738.415 (Tujuh puluh sembilan juta tujuh ratus tiga puluh delapan empat rupiah) (tujuh puluh satu juta tujuh ratus tiga puluh delapan empat rupiah) sebagai penunjang selanjutnya. Setahun senilai Rp100,15 setara dengan sebulan senilai Rp6.644.868 (enam juta enam ratus empat puluh empat ribu delapan ratus enam puluh delapan rupiah). Jadi kapan uang zakat harus dikeluarkan?

Pada kenyataannya, zakat pendapatan dapat dibayarkan setiap bulan dengan tarif 2,5 persen dalam bentuk nilai nishab bulanan, yang setara dengan seperdua belas dari 85 gram emas (sebagaimana disebutkan di atas). Anda harus membayar zakat dari 2,5 persen dari penghasilan bulanan Anda jika melebihi nilai nishab bulanan.

Jika pendapatan bulanan kurang dari nishab, pendapatan tahun dikumpulkan atau diperkirakan, dan jika pendapatan bersih cukup, zakat dibayarkan.
85 gram emas dalam Nishab Zakat Penghasilan dengan hasil 2,5 persen setiap tahun

Sederhananya, rumus menghitung zakat pendapatan adalah: 2,5 persen dikalikan total pendapatan bulanan.

Misalnya, jika emas hari ini berharga Rp 938.099 per gram, maka nishab zakat per tahun adalah Rp 79.738.415. Penghasilan seseorang masuk dalam payung zakat penghasilan wajib jika melebihi Rp. 10.000.000 per bulan atau Rp. 120.000.000 dalam satu tahun kalender. Dalam hal ini, pendapatan zakat bulanan individu adalah Rp 250.000.

Syarat Zakat Maal dan Zakat Fitrah

Pedoman pelaksanaan zakat penghasilan, zakat mal, dan zakat fitrah telah ditetapkan berdasarkan Al-Qur’an Surat Al Baqarah ayat 267, Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019, Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003, dan Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2019, Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003, dan pandangan Syekh Yusuf Al-Qhardawi.

1.Harta yang dikenakan zakat harus sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh hukum Islam.
2.Berikut ini adalah syarat-syarat harta yang wajib dikeluarkan zakat mal:
3.benar-benar dimiliki, nisab haul yang cukup
Persyaratan yang sama tidak berlaku untuk zakat rikaz, pendapatan dan jasa, hutan, perkebunan, perikanan, dan pertanian.

Adapun syarat-syarat zakat fitrah adalah:

1.Orang-orang Muslim
2.bertahan selama Ramadhan;
3.mereka memiliki kebutuhan dasar tambahan untuk malam dan Idul Fitri.

Layanan OCTO Mobile, solusi keuangan seluler satu atap yang sesuai dengan kebutuhan keuangan Anda dengan berbagai fitur mutakhir dan keunggulan produk, memudahkan pembayaran zakat. Nasabah dapat menggunakan berbagai sumber, antara lain Rekening Tabungan, Rekening Ponsel, dan Poin Xtra, untuk berdonasi zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) melalui OCTO Mobile dengan mengikuti langkah-langkah sederhana berikut ini:

=>Pilih menu Bill Payment setelah login ke aplikasi OCTO Mobile.
=>Pilih kebajikan dan zakat.
=>Isi semua informasi, termasuk nama lembaga atau yayasan, jenis donasi (Zakat, Infak, atau Sedekah), dan jumlah donasi.
=>Konfirmasikan OCTO Mobile PIN untuk menyelesaikan.

Trust your money to OCTO Savers iB, which offers 60x free fees each month for cash withdrawals and payments made with your own money. Also use the iB Pahala Savings service from CIMB Niaga Syariah to fulfill your greatest aspirations, such as hajj and umrah pilgrimages, child education, or family holidays. Realize various aspirations of leading a nice life with your cherished family and reaping the benefits. Visit this page for further details.

Reference:

MUI Fatwa No. 3 of 2003 is available online at: http://mui.or.id/wp-content/uploads/files/fatwa/23.-Zakat-Penghasilan.pdf.
Income Zakat information can be found at baznas.go.id/id/zakat-penghasilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *