Wadiah dalam Akad Tabungan Syariah: Sebuah Pemahaman

By | February 6, 2022

Anda pasti akan menemui banyak bentuk akad sebagai nasabah bank syariah atau bagi Anda yang sedang belajar lebih jauh tentang perbankan syariah. Kontrak-kontrak ini merupakan salah satu kebutuhan yang krusial. Akad wadiah merupakan salah satu jenis akad yang umum. Pengetahuan Anda tentang makna wadiah mungkin tersirat dari konsep ini. Mari kita periksa definisi wadiah sebagai kontrak dan penerapannya pada sistem keuangan Islam secara lebih rinci. Mari kita bahas akad itu sendiri sebelum masuk ke detail tentang apa arti istilah “wadiah”. Menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai sumber Kata “kontrak” mengacu pada komitmen atau kesepakatan. Akad adalah suatu bentuk kesepakatan yang digunakan dalam urusan perbankan syariah untuk menentukan bagaimana lembaga bank syariah dan nasabah akan bekerja sama untuk memenuhi komitmen masing-masing sesuai dengan program atau produk yang disepakati berdasarkan prinsip syariah Islam.

Anda harus tahu bahwa Nabi S.A.W. menggunakan wadiah sebagai kontrak selama praktik muamalah untuk memahami apa arti kontrak ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan informasi tentang sejarah perbankan syariah, termasuk kegiatan muamalah termasuk menerima aset titipan dan meminjamkan uang baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis.Seiring dengan pengiriman uang, semua transaksi harus dicakup oleh kontrak yang mematuhi dan telah disahkan oleh hukum Islam. Sejak Nabi S.A.W., juga dikenal sebagai Rasulullah S.A.W., dipercaya oleh penduduk Mekkah untuk mengumpulkan simpanan harta, itu telah menjadi praktik yang meluas di kalangan umat Islam. Ali bin Abi Thalib R.A. mengembalikan simpanan harta itu sebelum mereka pergi ke Madinah.

Berdasarkan riwayat tersebut, jelaslah bahwa pentingnya akad dalam melaksanakan ketentuan perbankan syariah Islam tidak memungkinkan untuk diputuskan secara asal-asalan.Dasar pemikirannya adalah jika akad atau perjanjian itu tidak dilaksanakan dengan setia, maka perbuatan-perbuatan yang didasarkan padanya akan dianggap menyimpang dari syariat Islam.

Arti dari wadiah


Setelah memahami arti penting fungsi akad dalam perbankan syariah, mari kita beralih ke topik berikutnya dengan mempelajari apa yang dimaksud dengan wadiah. Menurut OJK, wadiah diartikan sebagai akad untuk keamanan harta benda atau uang tunai. Untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan keutuhan barang atau uang, wadiah adalah kegiatan yang menyangkut pengamanan barang. Dilakukan antara mereka yang ingin melakukan pengamanan dan mereka yang memiliki kapasitas untuk melakukan pengamanan dan membangun kepercayaan.

Gagasan wadiah dipandang sebagai prinsip dalam melakukan kegiatan perbankan syariah selain sebagai akad. Seperti yang Anda ketahui, bank sering kali berfungsi sebagai lembaga penghimpunan dan penyaluran dana masyarakat. Berdasarkan dana yang dihimpun dan dikelolanya, bank syariah berupaya mendorong terselenggaranya pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan keadilan, kemasyarakatan, dan pemerataan kesejahteraan rakyat.

Anda harus memahami bahwa akad wadiah adalah salah satu akad yang harus disepakati dalam pengumpulan uang rakyat di bank syariah jika Anda ingin memahami wadiah sebagai prinsip.Giro, rekening tabungan, dan deposito berjangka adalah metode yang dapat diterima untuk mengumpulkan uang. Simpanan yang dibenarkan, khususnya simpanan berdasarkan prinsip mudharabah dan wadiah, sesuai dengan fatwa tentang simpanan yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) NO: 02/DSN-MUI/IV/2000.

Dalam mengeluarkan produk tabungan berdasarkan konsep akad wadiah, ada tiga faktor yang harus disepakati dalam pengertiannya tentang pengertian wadiah. Berikut pedoman umum menabung berdasarkan pengertian wadiah:

Sifat menabung


Kapan saja (on call) atau sesuai dengan kontrak, deposit dapat ditarik.
Kecuali hadiah sukarela (‘athaya) dari bank, tidak ada persyaratan untuk pembayaran.Ada rukun atau syarat yang harus dipenuhi sebelum akad wadiah dapat dilaksanakan secara sah. Berdasarkan Kamus Ekonomi Syariah Mahkamah Agung Republik Indonesia, berikut ini merupakan rukun dan syarat akad wadiah.

Komponen wadiah adalah kehadiran;

Penerima titipan adalah Mustauda, juga dikenal sebagai Muwaddi.
Benda atau harta benda yang akan dititipkan di Wadiah
sebagai bukti kesepahaman tentang penyimpanan aset. Kontrak dapat dinyatakan secara lisan, tertulis, atau dengan tanda-tanda dalam pelaksanaannya.
Jenis akad wadiah
Ada dua bentuk akad wadiah yang berbeda yang sering dijadikan pedoman untuk memahami apa yang dimaksud dengan wadiah.Selain itu, OJK yang membawahi jasa keuangan di Indonesia juga mengeluarkannya. Definisi wadiah berdasarkan varietas dan prinsipnya diberikan di bawah ini.

Yad Dhamanah Wadi’ah

Giro adalah salah satu contoh produk tabungan yang memanfaatkan Wadiah Dhamanah; Wadiah Dhamanah adalah jenis Wadiah yang dipahami sebagai asas. Yang dimaksud dengan wadiah menurut asas ini adalah kewajiban pihak yang dititipkan untuk menjaga keutuhan harta titipan agar mendapat manfaat darinya.

Amanah Wadi’ah

Menurut definisi wadiah menurut jenis akad wadiah amanah, akad ini adalah pengaturan titipan murni. Tugas mengelola dana secara efisien dan hati-hati jatuh pada pihak yang dipercayakan dalam situasi ini. Berbeda dengan wadiah yad dhamanah yang dapat mengambil manfaat dari harta yang dititipkan. Pihak yang dipercayakan dengan bentuk kontrak ini tidak diperbolehkan menyalahgunakan dana atau menggunakannya untuk meningkatkan potensi keuntungan bagi penyimpan. Makna wadiah amanah lebih lanjut menjelaskan bahwa jika barang atau uang yang ditinggalkan dirusak, pemiliknya akan dimintai pertanggungjawaban.

Untuk menerapkan konsep wadiah, Otoritas Jasa Keuangan, berdasarkan peraturan yang harus diikuti, mengeluarkan persyaratan umum yang mendefinisikan apa yang dimaksud dengan wadiah.

Pemilik dana tidak dijamin remunerasi dan tidak menanggung kerugian pada saat dana disalurkan; sebaliknya, keuntungan atau kerugian menjadi milik bank atau ditanggung oleh bank. Bank dapat memberikan bonus pemilik dana sebagai keuntungan untuk menarik uang tunai publik, tetapi ini tidak dapat diatur sebelumnya.
Izin untuk mengeluarkan uang yang telah disimpan dan persyaratan lain yang disepakati harus dimasukkan dalam kontrak pembuatan rekening yang harus dibuat oleh bank, asalkan tidak bertentangan dengan hukum syariah. Bank dapat menawarkan buku cek, bilyet giro, dan kartu debit, terutama kepada masyarakat yang memiliki rekening giro.
Bank hanya dapat menutupi biaya aktual yang terkait dengan pembukaan rekening ini dengan menggunakan pengganti biaya administrasi.
Ketentuan lain mengenai tabungan dan giro tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan hukum syariah.
Anda kini dapat dengan nyaman melakukan operasional perbankan Anda, seperti menabung, berdasarkan prinsip-prinsip Islam dan syariah setelah mempelajari apa itu wadiah. Tabungan Xtra Savers iB dari CIMB Niaga Syariah merupakan alternatif tabungan wadiah yang akan membantu Anda menjaga kondisi keuangan terbaik Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *